Di tengah kelas BK Pribadi Sosial. Ada pertanyaan muncul di benak saya, kemudian saya lontarkan kepada seluruh kelas ‘di antara anda, seberapa banyak orang tua anda sering mengungkapkan rasa sayang secara verbal kepada anda?’ secara serentakpun dijawab mereka ‘tidaaaakkkk….’. sebagian besar dari mereka tidak pernah mendengar orang tua mereka menyampaikan rasa kasih sayang secara verbal kepada mereka. Hanya terdapat 1 mahasiswi yang menjawab ’sering’, mahasiswi ini sering mendengar kata sayang dari orang tua nya di telepon, kebetulan dari mahasiswi ini telah tinggal jauh dari orang tuanya sejak masih di bangku sekolah. ‘orang tua saya bilang, sayang lagi ngapain? Atau kita kangen?’ cerita mahasiswi itu.
Pertanyaanberikutnya pun muncul ‘apakah anda sekalian menginginkan untuk mengalami dan mendengarkan ucapan sayang dari orang tua anda?’ dan dengan lantang dijawab ‘iyaaaahhhh…..’. ternyata mereka merindukan kata sayang yang telah lama hilang dari pendengaran mereka. Bahkan saya jamin mereka sudah kapan terakir kali orang tuanya mengungkapkan rasa sayang. Saya tanya lagi ke mahasiswi yang lain, ‘kira-kira kenapa orang tuamu tidak mengungkapkan rasa sayang?’. Dengan ekspresi kebingungan dengan nada awal emmmm….. dia jawab ‘tidak tahu pak, mungkin malu, atau rasanya malu?’.
Saya pikir ada paradigma yang mungkin keliru di dalam masyarakat. Kata sayang dari orang tua sering kali dianggap sebagai bentuk pemanjaan yang tidak mendidik. Membuat anak merasa dirinya masih anak-anak, sehingga berbahaya bila dikatakan karena tidak mendidik anak-anak mereka untuk bersikap dewasa. akhirnya ada kehausan rasa sayang karena rasa itu tidak pernah di ungkapkan dengan tidak tepat.
Rasa sayang harus diungkapkan. Siapa pun orang di dunia membutuhkan sentuhan afeksi, apalagi dari orang-orang yang mereka sayangi terlebih keluarga. Setua apapun seseorang di dalam keluarga merindukan ungkapan rasa sayang nyata.
Ungkapan rasa sayang ini akan menjadi poin besar untuk membentuk Self-Concept yang sehat sehingga dapat terbentuk pribadi yang sehat. ungkapan itu akan membuat kita merasa sangat berharga, apalagi dari keluarga.
Keluarga adalah komunitas kecil yang sarat akan afeksi, dari keluarga seseorang dilahirkan dan di bentuk. Akan tetapi di dalam keluarga sangat berpontensi adanya situasi krisis yang melahirkan kebencian dan kesakitan mental. Sudah tentu situasi keluarga harus hangat, situasi itu dapat terbentuk dengan baik apabila ada ungkapan perasaan sayang.
Leave a Reply